Aku dan Drama Korea di Jam 2 Pagi

 Hai para pecinta K-drama! 

Menurut kalian, kapan waktu yang tepat buat nonton? Seharian non-stop? Atau cuma bisa nonton di malam hari karena kerjaan padet? 

Sekarang aku lagi liburan kuliah sih, dan sering ngabisin waktu buat begadang sama drakor. Stok dramaku jadi berkurang, mungkin karena waktu luang yang amat panjang. Itu semua juga karena tidak ada kegiatan lain, aku ingin menjauh sebentar dari drama kenyataan. Eh tapi lama-lama kecanduan, gak bisa tidur sampai jam 2 pagi. Normal dan gak apa-apa kan? 

Mungkin di luar sana juga banyak yang seperti aku. Mereka merasa belum ada tujuan hidup, dan akhirnya memilih untuk menuntaskan kesenangan dalam waktu-waktu itu. Aku pun memilih untuk menyenangkan diri bukan karena ingin, tapi untuk mengisi pikiran, mencari inspirasi. Yah, siapa tahu, dalam drama aku ketemu sama tujuan hidup. Persis ketika selesai nonton Hometown Cha Cha Cha, Summer Strike, atau Our Blues. Drama-drama itu bikin penonton ngiler hidup di lingkungan yang kayak gitu, ya gak sih? Siapa yang udah nonton, comment setuju peliss..!

Setelah nonton drama itu aku jadi makin sayang sama diriku sendiri, bangga. Karena ada pelajaran tentang keberhasilan yang kupetik dari sana. Drama itu meyakinkanku bahwa berhasil gak memiliki standar yang tinggi seperti bayanganku selama tumbuh dewasa. Justru hal-hal kecil seperti dibutuhkan oleh orang lain, diandalkan, dan memupuk kerang-kerang kecilku di rumah sendiri. Aku juga berasal dari desa, dan menurutku adegan di drama itu semua related. Bahwa orang-orang di desa tidak ada yang paling menonjol, karena ketika seseorang memiliki, itu juga milik yang lainnya. Berbagi bukan hal aneh dan langka. Setelah berhasil, aku ingin keberhasilanku tidak jadi milikku sendiri. 

Standar keberhasilan bukan hanya ketika membeli rumah dan mobil mewah, tapi ketika di dalam rumah itu terasa penuh dengan tawa dan kehangatan. Aku ingin melakukan hal-hal sederhana kedepannya, untuk sering menulis di blog pribadi, membuat puisi sambil minum kopi, dan memenuhi halaman novel pertamaku nanti. Tidak lupa memikirkan judul skripsi. 

Mikir-mikir soal kehidupan dan pekerjaan setelah kuliah, aku masih bingung juga si? Bisa gak ya kerja di penerbit besar dengan gaji yang lumayan, untuk beli rumah? Apakah akan ada buah dalam satu persatu daun yang kurekatkan di ranting ini? Atau nantinya, aku punya toko percetakan sendiri, ya? Blog ini akan banyak yang baca gak ya?

Yah, isi pikiran di jam 2 pagi memang kadang-kadang aneh. Pesis ketika sudah ngantuk dan mulai mematikan ponsel, mencari-cari charge, menyiapkan selimut, tinggal menunggu terlelap. Pikiran-pikiran itu muncul, kadang drama-drama itu yang memberiku ekspetasi tinggi, sekaligus menjadi pandangan kedepan. Semuanya akan baik-baik saja, seperti akhir bahagia di dalam cerita fiksi. Ada beberapa cerita yang menyedihkan, menakutkan, dan menyajikan masalah yang seakan tidak punya jalan keluar. Tapi itu semua berlalu juga, kan? Mungkin masalah, malu, stuck, kegagalan, dan banyak hal yang menyedihkan akan selalu hadir kedepannya, dan berlalu. Aku menerima, lalu bahagia menjemputnya. Keberhasilan bukan hanya ketika cita-cita tercapai, tetapi juga saat permasalahan itu selesai, diterima.

Sudah yakin sama diri sendiri?

Kalian lagi nonton drama apa nih?


Komentar

Postingan Populer